Keuangan Usaha Kecil



Bab I
Pendahuluan

Dalam masa modern ini telah banyak masyarakat yang memilih untuk berwirausaha atau berbisnis sendiri daripada kerja kantoran atau bekerja sebagai pegawai. Mengapa mereka melakukan itu ? itu dikarenakan di masa sekarang ini kebutuhan dan tuntutan hidup semakin banyak dan banyak para wirausahawan yang merasa gaji kantoran atau gaji tetap tidak akan mampu memenuhi kebutuhan hidup. Oleh karena itu, para wirasusahawan pun memulai berwirausaha dengan merintis suatu UKM. Apakah itu UKM ? UKM adalah usaha kecil dan menengah yang mungkin bisa dibilang pula usaha kecil kecilan yang dirintis dari bawah. Masalah ekonomi yang melanda Indonesia pun turut melatar belakangi munculnya ukm-ukm di era globalisasi yang semakin bersaing. Usaha kecil pun menjadi sasaran dikarenakan perkembangan dan inovasi usaha kecil yang relatif pesat seiring trend yang berkembang. Usaha kecil juga merupakan salah satu bagian penting dari suatu perekonomian baik suatu negara maupun daerah.















Bab II
Isi
1.       Pengertian UKM
Menurut pemerintah, UKM merupakan kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat. Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, dan usaha yang berdiri sendiri.


2.       Ciri-Ciri Usaha Kecil

·         Jenis barang/komoditi yang diusahakan umumnya sudah tetap tidak gampang berubah;
·         Lokasi/tempat usaha umumnya sudah menetap tidak berpindah-pindah;
·         Pada umumnya sudah melakukan administrasi keuangan walau masih sederhana, keuangan perusahaan sudah mulai dipisahkan dengan keuangan keluarga, sudah membuat neraca usaha;
·         Sudah memiliki izin usaha dan persyaratan legalitas lainnya termasuk NPWP;
·         Sumberdaya manusia (pengusaha) memiliki pengalaman dalam berwira usaha;
·         Sebagian sudah akses ke perbankan dalam hal keperluan modal;
·         Sebagian besar belum dapat membuat manajemen usaha dengan baik seperti business planning.


3.       Contoh Usaha Kecil

o   Usaha tani sebagai pemilik tanah perorangan yang memiliki tenaga kerja;
o   Pedagang dipasar grosir (agen) dan pedagang pengumpul lainnya;
o   Pengrajin industri makanan dan minuman, industri meubelair, kayu dan rotan, industri alat-alat rumah tangga, industri pakaian jadi dan industri kerajinan tangan;
o   Peternakan ayam, itik dan perikanan;
o   Koperasi berskala kecil.



 Beberapa lembaga atau instansi bahkan UU memberikan definisi Usaha Kecil Menengah (UKM), diantaranya adalah Kementrian Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menegkop dan UKM), Badan Pusat Statistik (BPS), dan UU No. 20 Tahun 2008. Menurut Kementrian Menteri Negara Koperasi dan Usaha  Kecil Menengah (Menegkop dan UKM), bahwa yang dimaksud dengan Usaha Kecil (UK) adalah entitas usaha yang mempunyai memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, dan memiliki penjualan tahunan paling banyak Rp 1.000.000.000. Sementara itu,Usaha Menengah (UM) merupakan entitas usaha milik warga negara Indonesia yang memiliki kekayaan bersih lebih besar dari Rp 200.000.000 s.d Rp10.000.000.000, tidak termasuk tanah dan bangunan. merupakan entitias usaha
Pada tanggal 4 Juli 2008 telah ditetapkan Undang-undang No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Definisi UKM yang disampaikan oleh Undang-undang ini juga berbeda dengan definisi di atas. Menurut UU No 20 Tahun 2008 ini, yang disebut dengan Usaha Kecil adalah entitas yang memiliki kriteria sebagai berikut : (1) kekayaan bersih lebih dari Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; dan (2) memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah). Sementara itu, yang disebut dengan Usaha Menengah adalah entitas usaha yang memiliki kriteria sebagai berikut : (1) kekayaan bersih lebih dari Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; dan (2) memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 50.000.000.000,00 (lima puluh
milyar rupiah).
Dalam perspektif perkembangannya, UKM dapat diklasifikasikan menjadi 4 (empat) kelompok yaitu :
·         a.      Livelihood Activities, merupakan UKM yang digunakan sebagai kesempatan   kerja untuk mencari nafkah, yang lebih umum dikenal sebagai sektor informal. Contohnya adalah pedagang kaki lima.
·         b.      Micro Enterprise, merupakan UKM yang memiliki sifat pengrajin tetapi  belum memiliki sifat kewirausahaan
·         c.       Small Dynamic Enterprise, merupakan UKM yang telah memiliki jiwa kewirausahaan dan mampu menerima pekerjaan subkontrak dan ekspor.
·         d.      Fast Moving Enterprise, merupakam UKM yang telah memiliki jiwa kewirausahaan dan akan melakukan transformasi menjadi Usaha Besar(UB). 


Kekuatan
Kelemahan
Kebebasan untuk bertindak
Relatif lemah dalam spesialisasi
Menyesuaikan kepada kebutuhan setempat
Modal dalam pengembangan terbatas
Peran serta dalam melakukan  tindakan /usaha
Sulit mendapat karyawan yang cakap
4.       Kekuatan dan Kelemahan UKM












Bab III
Penutup
UKM memiliki peranan penting bagi masyarakat di tengah krisis ekonomi. Dengan memupuk UKM diyakini akan dapat dicapai pemulihan ekonomi. Hal serupa juga berlaku pada sektor informal dan tradisional, karena itu lebih mudah dimasuki oleh pelaku-pelaku usaha yang baru. Pendapat mengenai peran UKM atau sektor informal ada benarnya bila dikaitkan dengan perannya dalam meminimalkan dampak sosial dan krisis ekonomi khususnya persoalan pengangguran dan hilangnya penghasilan masyarakat.
UKM dapat dikatakan merupakan salah satu solusi masyarakat untuk tetap bertahan dalam menghadapi krisis yakni dengan melibatkan diri dalam aktivitas usaha kecil terutama yang berkarakteristik informal. Dengan demikian maka persoalan pengangguran sedikit banyak dapat tertolong dan implikasinya adalah juga dalam hal pendapatan.
UKM  berperan dalam ekonomi Indonesia, baik ditinjau dari segi jumlah usaha (establishment) maupun dari segi penciptaan lapangan kerja. UKM termasuk kelompok usaha yang penting dalam perekonomian Indonesia. Hal ini disebabkan usaha kecil, menengah dan koperasi merupakan sektor usaha yang memiliki jumlah terbesar dengan daya serap angkatan kerja yang signifikan. Oleh karena kesenjangan pendapatan yang cukup besar masih terjadi antara pengusaha besar dengan  usaha kecil, menengah dan koperasi, pengembangan daya saing UKM secara langsung merupakan upaya dalam rangka peningkatan kesejahteraan rakyat banyak, sekaligus mempersempit kesenjangan ekonomi.








Tiffoni Ceisar
17611901
2SA01



Segmentasi Pasar


Segmentasi Pasar

Bab I Pendahuluan

A.      Latar belakang
Sebelum anda memulai untuk berwira usaha atau melakukan bisnis tertentu ada baiknya bila sebelum melakukan itu kita melakukan segmentasi pasar. Apakah segmentasi pasar itu  ? di makalah ini saya mencoba untuk memperkenalkan segmentasi pasar beserta kegunaannya dalam bisnis. Apa saja contoh segmentasi pasar itu ? lalu apa saja kelebihan dan kekurangan dalam menggunakan segmentasi pasar ? masih banyak para pebisnis tingkat kecil yang berbisnis tanpa mempedulikan segmentasi pasar. Oleh karena itu saya ingin membantu masyarakat yang belum memulai bisnis ataupun yang sudah namun belum menggunakan segmentasi pasar agar dapat terfokus dalam pasar tertentu dan dapat meraup keuntungan maksimal dari pasar yang akan dituju.










Bab II
Isi

1.      Pengertian segmentasi pasar
Menurut Hermawan Kertajaya, segmentasi adalah sebuah metode bagaimana memandang pasar secara kreatif. Tiap kelompok dapat dpilih sebagai pasar yang dituju untuk pemasaran suatu produk. Swastha & Handoko (1997) mengartikan segmentasi pasar sebagai kegiatan membagi–bagi pasar market yang bersifat heterogen kedalam satuan–satuan pasar yang bersifat homogen.
Sedangkan definisi yang diberikan oleh Pride & Ferrel (1995) mengatakan bahwa segmentasi pasar adalah suatu proses membagi pasar ke dalam segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya kesamaan perilaku pembeli.
Di lain pihak Pride & Ferrel (1995) mendefinisikan segmentasi pasar sebagai suatu proses pembagian pasar keseluruhan menjadi kelompok–kelompok pasar yang terdiri dari orang–orang yang secara relatif memiliki kebutuhan produk yang serupa.
Ada lagi pendapat Swastha & Handoko (1987) yang merumuskan segmentasi pasar adalah suatu tindakan membagi pasar menjadi segmen–segmen pasar tertentu yang dijadikan sasaran penjualan yang akan dicapai dengan marketing mix.
Menurut Kotler, Bowen dan Makens pasar terdiri dari pembeli dan pembeli berbeda-beda dalam berbagai hal yang bisa membeli dalam keinginan, sumber daya, lokasi, sikap membeli, dan kebiasaan membeli. Karena masing-masing memiliki kebutuhan dan keinginan yang unik, masing-masing pembeli merupakan pasar potensial tersendiri. Oleh sebab itu penjual idealnya mendisain program pemasarannya tersendiri bagi masing-masing pembeli. Segmentasi yang lengkap membutuhkan biaya yang tinggi, dan kebanyakan pelanggan tidak dapat membeli produk yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk itu, perusahaan mencari kelas-kelas pembeli yang lebih besar dengan kebutuhan produk atau tanggapan membeli yang berbeda-beda. Segmen pasar terdiri dari kelompok pelanggan yang memiliki seperangkat keinginan yang sama.

2.      Metode Segmentasi Pasar
·         Single-Segment Concentration
Dalam metode ini, perusahaan hanya fokus pada satu segmen pasar saja. Kelebihan menggunakan model ini adalah jika perusahaan sudah kuat dalam segmen tersebut, maka para kompetitor tidak mudah untuk mengambil customernya. Namun metode ini juga memiliki kekurangan, yaitu jika segmen tersebut sudah tidak dapat menggunakan produknya, maka perusahaan akan loss karena hanya memiliki satu segmen pasar saja.
Selective Specialization
Metode ini memungkinkan perusahaan memiliki segmen pasar lebih dari satu. Dari beberapa segmen pasar tersebut, ada kemungkinan tidak ada hubungannya sama sekali antara satu dengan yang lain. Maka untuk soal sumber daya, dapat dibagi untuk menangani beberapa segmen tersebut.
Market Specialization
Dengan metode ini, perusahaan hanya fokus untuk menyediakan kebutuhan satu pasar saja. Reputasi dari perusahaan akan terus-menerus naik di pasar tersebut. Dan bukan tidak mungkin, semua produk dari perusahaan akan digunakan oleh semua lapisan dari pasar tersebut.
Product Specialization
Dengan metode ini, perusahaan hanya fokus pada satu produk saja. Dengan mengusung keunggulan produk tersendiri, maka reputasi yang kuat pun bisa didapat. Namun dengan metode ini, perusahaan harus lebih kreatif lagi dengan produknya. Karena kunci suksesnya terletak pada kreatifitas perusahaan untuk menyajikan produknya.
Full Market Coverage
Dengan metode ini, perusahaan menentukan target bahwa dia harus melayani seluruh segmen dengan produk yang dibutuhkan segmen tersebut. Namun untuk metode ini jarang dilakukan mengingat dibutuhkannya sumber daya dan biaya yang tidak sedikit.

Segmentasi perilaku dapat diukur menggunakan indikator sebagai berikut:
1. Manfaat yang dicari
Salah satu bentuk segmentasi yang ampuh adalah mengelompokkan pembeli menurut manfaat berbeda yang mereka cari dari produk. Segmentasi manfaat menuntut ditemukannya manfaat utama yang dicari orang dalam kelas produk, jenis orang yang mencari setiap manfaat dan merek utama yang mempunyai setiap manfaat. Perusahaan dapat menggunakan segmentasi manfaat untuk memperjelas segmen manfaat yang mereka inginkan, karakteristiknya serta merek utama yang bersaing. Mereka juga dapat mencari manfaat baru dan meluncurkan merek yang memberikan manfaat tersebut.
2. Status Pengguna
Pasar dapat disegmentasikan menjadi kelompok bukan pengguna, mantan pengguna, pengguna potensial, pengguna pertama kali dan pengguna regular dari suatu produk. Pengguna potensial dan pengguna regular mungkin memerlukan imbauan pemasaran yang berbeda.
3. Tingkat Pemakaian
Pasar dapat juga disegmentasikan menjadi kelompok pengguna ringan, menengah dan berat. Jumlah pengguna berat sering kali hanya persentase kecil dari seluruh pasar, tetapi menghasilkan persentase yang tinggi dari total pembelian. Pengguna produk dibagi menjadi dua bagian sama banyak, sebagian pengguna ringan dan sebagian lagi pengguna berat menurut tingkat pembelian dari produk spesifik.
4. Status Loyalitas
Sebuah pasar dapat juga disegmentasikan berdasarkan loyalitas konsumen. Konsumen dapat loyal terhadap merek, toko dan perusahaan. Pembeli dapat dibagi menjadi beberapa kelompok menurut tingkat loyalitas mereka. Beberapa konsumen benar-benar loyal, mereka selalu membeli satu macam merek. Kelompok lain agak loyal,mereka loyal pada dua merek atau lebih dari satu produk atau menyukai satu merek tetapi kadang-kadang membeli merek lain. Pembeli lain tidak menunjukkan loyalitas pada merek apapun. Mereka mungkin ingin sesuatu yang baru setiap kali atau mereka membeli apapun yang diobral.




















Bab III penutup

Dalam berbisnis dan wirausaha tentulah baiknya apabila melakukan segmentasi pasar agar dalam prakteknya penjualan dapat terfokus kepada suatu pasar atau target tertentu sehingga dapat meraup keuntungan maksimal dikarenakan pembeli berasal dari daerah berbeda dengan kebutuhan berbeda dan mempunyai kelas sosial yang berbeda. Meskipun segmentasi pasar terkadang menghabiskan lebih banyak waktu uang dan tenaga, itu perlu dilakukan dalam menghindari kegagalan berusaha dan berbisnis



















Daftar Pustaka



Tiffoni Ceisar
2sao1
17611901

Review The Secret


Review Film “The Secret”

The Secret adalah film yang dokumenter yang mengedepankan hukum ketertarikan atau Law of Attraction. Yaitu dimana jika kamu menginginkan sesuatu maka pikirkanlah, dan kamu akan mendapatkannya. Namun bagaimana caranya ?
The Secret ini membuat kita berpikir apa saja benda yang kita inginkan. Tentu banyak, bukan ? dengan menonton film ini anda dapat cara mendapatkan benda yang kita inginkan dengan sudut pandang lain dibandingkan sudut pandang rasional yang biasanya kita pakai.
Contoh, ketika seseorang pengangguran yang hidupnya pas-pas an tapi menginginkan mobil sport mewah. Tentu kita pikir itu suatu hal yang mustahil bukan ? Tapi dengan sudut pandang yang diperlihatkan dalam film ini itu merupakan hal yang memungkinkan. Dimana dengan film ini orang itu jadi mempunyai mindset seperti, “Aku akan membeli mobil itu” bukan seperti “Aku ingin mempunyai mobil itu, namun aku akan mempunyai hutang ratusan juta nantinya”
Menurut saya pribadi, film ini mengajarkan kita untuk mempunyai mindset berbeda, bukan mindset irrasional yang biasanya kita gunakan. Yaitu dengan hanya berpikir untuk menginginkan suatu hal maka kita akan mendapatkannya. Itu hal yang logis menurut saya, dengan memikirkannya maka tentu kita akan berusaha untuk mendapatkan benda tersebut, dengan cara yang halal dan legal tentunya.
Tapi menurut saya, banyak pula hal yang tidak bisa kita miliki dengan hukum ketertarikan. Karena dunia tidak bekerja semudah itu. Akal sehat dan pikiran yang kita miliki mengajarkan kita untuk berpikir secara logis dan rasional, yaitu jika kita menginginkan sesuatu kita harus bekerja keras dan pula sebelum melakukan suatu hal kita harus memikirkan akibat dan konsekuensi dari tindakan kita tersebut.
After all, this film still makes sense. Karena mengajarkan manusia untuk lebih memikirkan hal positif ketimbang berpikir aman dan mempunyai hidup yang datar-datar saja. Namun tetap ada beberapa hal yang harus dipikirkan terlebih dahulu.

Tiffoni Ceisar
17611901
2sa01

Bucket Lists


Bucket lists
1. To travel around the world.
2. To have a big luxurious houses.
3. To have a sport car.
4. Become an Indonesian Ambassador in Foreign country.
5. To have my own private jet.
6. Have my own cereal store.
7. Going to San Siro.
8. Become the owner of AC Milan Football Club.
9. Having Ducati.
10. To have a large swimming pool.
11. To have my own movie theater at my house.
12. Buying Private Island.
13. Travel around Indonesia.
14. To have panda as a pet.
15. To visit the Bermuda triangle.
16. To see Black hole.
17. To have my own submarine.
18. To have my own Yacht.
19. To eat every signature dish from every country around the world.
20. To taste every chocolate from different countries.
21. To build my own chocolate factory.
23. To build my own family company.
24. To buy a jet ski.
25. To visit Nepal.
26. To visit Greece and its architecture.
27. To speak many languages.
28. To have my own amusement park.
29. To have my own game room.
30. To build my own charity foundation.
31. To build my own mosque.
32. To build my own free school.
33. To buy a big house for my family.
34. To have my own ranch.
35. To have my own restaurant.
36. To be able to surf.
37. To have six pack body.
38. To be able Mastering martial arts.
39. To have my own helicopter.
40. To have my own tennis court.
41. To have my own candy shop.
42. To visit the moon.
43. To do bungee jumping.
44. To do sky diving.
45. Ride in a hot air balloon.
46. Visit the Niagara Falls.
47. Visit the Eiffel tower.
48. See Great Barrier Reef.
49. See new year’s eve at times square (New York)
50. Visit the Machu Picchu, Peru.
51. Visit the Himalaya.
52. Visit the pyramid.
53. See the world cup final at the stadium at the front row.
54. Become a secret agent.
55. Buy a lake house.
56. Visit Bonn, Germany.
57. Visit the carribean island.
58. Visit Alpen, Switzerland.
59. Learn to bartend.
60. Get into people’s magazine
61. Have my own clothing store.
62. Own a star and give the star a name (my name)
63. Having a limousine.
64. Build a beautiful big garden.
65. Buy Disney Land.
66. Have a time machine.
67. Making a new family recipe.
68. Become a chef.
69. Own a talk show.
70. Become a scientist.
71. Working on CIA.
72. Working on FBI.
73. Find a cure for cancer.
74. Having my own brand.
75. having every coolest game consoles.
76. Making my own social network.
77.Become a famous person.
78. Remembered by millions of people.
79. Change the world into a better place.
80. Being Legend.
81. Being a magician.
82. being able to ride an airplane.
83. being able to hold a shoot.
84. Having a certificate to shoot a gun.
85. Gain some weight.
86. Good at playing classical music instrument.
87.Capable to communicate with animals.
88. Become a role model for the youth in Indonesia.
89. Become a detective.
90. Working at the UN.
91. See the world in peace
92. Seeing a dinosaur.
93. Have a game with me as a main character.
94. See some mysterious creature around the world.
95.Being able to draw anything good.
96. Having one of a popular place.
97. Have my own mall.
98. Have my own family cemetery.
99. Die in peace.
100. Go to heaven.


A.      Travel Around the World

I want to go travel around the world because I want to see every landmark in every country in the world. For me, being able to see many culture is one thing that I have to do before I die.

B.      Going to San Siro
I am a big fan from an Italian Football Club, AC Milan. And their home stadium is San Siro. I want to feel the atmosphere in San Siro with another AC Milan’s fans. It will be one of my wildest dream.  And I’m going to make it happens by starting to save some of my money.
C.      To eat every signature dish from every country around the world.
Eating is one of my hobby, and being able to eat every dish from around the world will be my greatest pleasure.



D.      To Build My Own Charity Foundation
Helping others is one of my passion, I get a feeling of satisfied and happy by seeing people’s smile. So I really want to have my own foundation to give a better life to poor people.

E.       Skydiving
I often see skydiving in tv and I really want to try it. I want to feel the feeling when you jump from the plane and see people from high distance. 

Tiffoni Ceisar
17611901
2sa01

Makalah Peluang Usaha


Bab I
Pendahuluan

Pertama-tama saya ucapkan puji dan syukur atas kehadirat Tuhan YME karena hanya berkat rahmat dan hidayah-Nya lah saya mampu untuk menulis makalah ini dalam rangka untuk menyelesaikan tugas saya dan juga sembari mengenalkan kepada pembaca sekalian mengenai peluang usaha.
Kalian pasti familiar dengan kata-kata peluang usaha. Namun apakah anda tahu apa pengertian sebenarnya dari peluang usaha ? atau darimana saja peluang-peluang usaha bisa didapat ?
Banyak sekali sumber darimana peluang usaha bisa didapat. Namun, sebelum kita melakukan usaha, kita harus mampu mengidentifikasi apa itu peluang usaha, dan sikap sikap yang perlu kita miliki ketika melakukan peluang usaha.




















Bab II
Isi

A.      Pengertian Peluang Usaha
Peluang usaha adalah dimana saat seseorang mendapatkan suatu momentum dan kesempatan untuk menciptakan suatu inovasi yang berbeda, atau untuk menuangkan visi-visi yang ia miliki dengan memaksimalkan segala aspek yang diperhitungkan dalam rangka meraih keuntungan.
B.      Sumber Peluang Usaha

·         Televisi
·         Majalah
·         Koran
·         Radio
·         Berkeliling ke lingkungan yang sekiranya strategis

C.      Cara Mengidentifikasi Peluang Usaha

Resep Dr.D.J Schwartz tentang cara mengidentifikasi peluang usaha.
·         Percaya dan yakin bahwa usaha bisa dilaksanakan.
·         Janganlah tradisi lingkungan yang statis akan melumpuhkan pikiran wirausahawan
·         Setiap hari bertanyalah kepada diri sendiri,”Bagaimana saya dapat melakukan usaha lebih baik”.
·         Bertanya dan mendengarkan , maka seorang wirausaha akan mendapatkan bahan baku untuk mengambil keputusan yang tepat.
·         Perluas pikiran anda, bersemangat,dan bergaulah dengan orang orang yang bisa membuat anda mendapat gagasan peluang usaha

Secara rebih rinci, pengidentifikasi peluang usaha meliputi sebagai berikut :
·         Waktu peluncuran produk yang tepat.
·         Desain produk sesuai kebutuhan pembeli.
·         Strategi produk yang tepat.
·         Mampu mengidentifikasikan u saha yang dijalankan.
·         Optimis dan citra positif dalam usaha.
·         SDM yang cukup baik.
·         Sumber dana yang cukup.
·         Manajemen produksi yang baik.
·         Pemasaran produk yang tepat.
·         Pengalaman pengelolaan usaha.

D.      Sikap yang Harus Dimilik dalam Membangun Usaha

Sikap yang harus dimiliki dalam membuka usaha sebagai berikut :
o   Pandai melihat peluang usaha
o   Berani mencoba memanfaatkan  peluang
o   Mau bekerja keras
o   Ulet dan optimis
o   Apabila belum mampu sendirian bisa bekerja sama
o   Jangan cepat merasa puas  atas keberhasilan
o   Jangan cepat putus asa bila jatuh, berusaha bangun
o   Memiliki semboyan usaha kecil harus berhasil walau dibayar dengan susah payah
o   Untuk memilih produk jasa yang dipasarkan sebaiknya memperhatikan factor-faktor antara lain :
o   Kebutuhan konsumen
o   Daya beli masyarakat
o   Selera konsumen
o   Jumlah konsumen
o   Persaingan         
Bab III
Penutup

Peluang usaha adalah dimana saat seseorang mendapatkan suatu momentum dan kesempatan untuk menciptakan suatu inovasi yang berbeda, atau untuk menuangkan visi-visi yang ia miliki dengan memaksimalkan segala aspek yang diperhitungkan dalam rangka meraih keuntungan.
Sumber-sumber peluang usaha bisa didapat dari berbagai macam sumber, terutama media massa. Namun, sebelum kita melakukan usaha kita terlebih dahulu harus mengidentifikasi peluang usaha. Sikap-sikap yang harus dimiliki saat melihat melihat peluang usaha pun perlu kita tiru.
               














Daftar Pustaka
Materikewirausahaan.blogspot.com

Tiffoni Ceisar
17611901
2sa01

Makalah Kewirausahaan


Bab I
Pendahuluan
Latar Belakang
Pertama tama mari kita ucapkan puji dan syukur kepada tuhan yang maha esa yang karena rahmat dan hidayahnya lah saya mendapatkan kesempatan untuk menulis makalah tentang “Kewirausahaan” ini. Pada kesempatan ini saya ingin mencoba untuk mengenalkan kewirausahaan lebih jelas.
Mungkin sebagian besar dari kita sudah pernah mendengar apa itu kewirausahaan. Namun apakah anda benar-benar mengerti apa kewirausahaan itu ? Atau mengapa banyak orang yang berminat menjadi wira usahawan ?
Di makalah ini saya akan mencoba membawa kewirausahaan lebih dekat dengan anda.
Rumusan masalah
·         Apa itu kewirausahaan ?
·         Apa ciri-ciri seorang wira usaha ?
·         Apa sifat-sifat seorang wira usaha ?
·         Apa saja proses kewirausahaan ?
·         Kompetensi apa saja yang harus dimiliki wirausahawan ?












A.      Pengertian kewirausahaan

Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti : pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Ini baru dari segi etimologi (asal usul kata). Kewirausahaan atau Wirausaha adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.
Melalui pengertian tersebut terdapat empat hal yang dimiliki oleh seorang wirausahawan yakni :
 1. Proses berkreasi yakni mengkreasikan sesuatu yang baru dengan menambahkan nilainya. Pertambahan nilai ini tidak hanya diakui oleh wirausahawan semata namun juga audiens yang akan menggunakan hasil kreasi tersebut.
 2. Komitmen yang tinggi terhadap penggunaan waktu dan usaha yang diberikan. Semakin besar fokus dan perhatian yang diberikan dalam usaha ini maka akan mendukung proses kreasi yang akan timbul dalam kewirausahaan.
 3. Memperkirakan resiko yang mungkin timbul. Dalam hal ini resiko yang mungkin terjadi berkisar pada resiko keuangan, fisik dan resiko social.
 4. Memperoleh reward. Dalam hal ini reward yang terpenting adalah independensi atau kebebasan yang diikuti dengan kepuasan pribadi. Sedangkan reward berupa uang biasanya dianggap sebagai suatu bentuk derajat kesuksesan usahanya.
Dari beberapa konsep yang ada pada 6 hakekat penting kewirausahaan sebagai berikut ( Suryana,2003 : 13) yaitu :
 1. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis (Acmad Sanusi, 1994).
 2. Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) (Drucker, 1959).
 3. Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (Zimmerer. 1996).
 4. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth) (Soeharto Prawiro, 1997).
 5. Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (creative), dan sesuatu yang berbeda (inovative) yang bermanfaat memberi nilai lebih.
 6. Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melaui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan cara mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien, memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen.
B.      Ciri-ciri wirausaha
·         Percaya diri
·         Berorientasikan tugas dan hasil
·         Berani mengambil risiko
·         Kepemimpinan
·         Keorisinilan
·         Berorientasi ke masa depan
·         Jujur dan tekun

C.      Sifat-sifat wirausaha

·         Memiliki sifat keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme.
·         Selalu berusaha untuk berprestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan memiliki inisiatif.
·         Memiliki kemampuan mengambil risiko dan suka pada tantangan.
·         Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran dan kritik yang membangun.
·         Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas.
·         Memiliki persepsi dan cara pandang yang berorientasi pada masa depan.
·         Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja keras.








D.      Proses kewirausahaan
Secara umum tahap-tahap melakukan wirausaha :
·         Tahap memulai, tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan franchising. Juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian, industri / manufaktur / produksi atau jasa.
·         Tahap melaksanakan usaha atau diringkas dengan tahap "jalan", tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspek-aspek : pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil resiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi.
·         Mempertahankan usaha, tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi
·         Mengembangkan usaha, tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.

E.       Kompetensi Wirausahawan

·         Kehidupan, kompetensi ini mendukungnya ke arah kesuksesan. Dan & Bradstreet business Credit Service (1993 : 1) mengemukakan 10 kompetensi yang harus dimiliki, yaitu :
·         Knowing your business, yaitu mengetahui usaha apa yang akan dilakukan. Dengan kata lain, seorang wirausahawan harus mengetahui segala sesuatu yang ada hubungannya dengan usaha atau bisnis yang akan dilakukan.
·         Knowing the basic business management, yaitu mengetahui dasar-dasar pengelolaan bisnis, misalnya cara merancang usaha, mengorganisasi dan mengenalikan perusahaan, termasuk dapat memperhitungkan, memprediksi, mengadministrasikan, dan membukukan kegiatan-kegiatan usaha. Mengetahui manajemen bisnis berarti memahami kiat, cara, proses dan pengelolaan semua sumberdaya perusahaan secara efektif dan efisien.
·         Having the proper attitude, yaitu memiliki sikap yang sempurna terhadap usaha yang dilakukannya. Dia harus bersikap seperti pedagang, industriawan, pengusaha, eksekutif yang sunggung-sungguh dan tidak setengah hati.
·         Having adequate capital, yaitu memiliki modal yang cukup. Modal tidak hanya bentuk materi tetapi juga rohani. Kepercayaan dan keteguhan hati merupakan modal utama dalam usaha. Oleh karena itu, harus cukup waktu, cukup uang, cukup tenaga, tempat dan mental.
·         Managing finances effectively, yaitu memiliki kemampuan / mengelola keuangan, secara efektif dan efisien, mencari sumber dana dan menggunakannnya secara tepat, dan mengendalikannya secara akurat.
·         Managing time efficiently, yaitu kemampuan mengatur waktu seefisien mungkin. Mengatur, menghitung, dan menepati waktu sesuai dengan kebutuhannya.
·         Managing people, yaitu kemampuan merencanakan, mengatur, mengarahkan / memotivasi, dan mengendalikan orang-orang dalam menjalankan perusahaan.
·         Satisfying customer by providing high quality product, yaitu memberi kepuasan kepada pelanggan dengan cara menyediakan barang dan jasa yang bermutu, bermanfaat dan memuaskan.
·         Knowing How to Compete, yaitu mengetahui strategi / cara bersaing. Wirausaha harus dapat mengungkap kekuatan (strength), kelemahan (weaks), peluang (opportunity), dan ancaman (threat), dirinya dan pesaing. Dia harus menggunakan analisis SWOT sebaik terhadap dirinya dan terhadap pesaing.
·         Copying with regulation and paper work, yaitu membuat aturan / pedoman yang jelas tersurat, tidak tersirat. (Triton, 2007 :137 – 139)













Bab III
Penutup

Kewirausahaan adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan dan membawa visi dalam kehidupan. Oleh karena itu, seseorang tidak dengan mudah menjadi seorang wirausahawan hanya dengan memiliki usaha sendiri. Wirausahawan harus memiliki sifat-sifat yang diperlukan dalam kewirausahaan. Wirausahawan pun memiliki ciri-ciri tersendiri. Setiap wirausahan harus melewati 4 tahap dalam kewirausahaan, yakni tahap memulai usaha, melaksanakan usaha, mempertahankan usaha, dan mengembangkan usaha. Seorang wirausahawan yang baik pun bisa disebut seorang visioner, yang memberikan visi dan inovasi terbaru.












Daftar Pustaka
adesyams.blogspot.com
http://teddywirawan.wordpress.com/2009/08/04/pengertian-kewirausahaan/
http://id.wikipedia.org/wiki/Kewirausahaan

Tiffoni Ceisar\
17611901
2sa01